Tittle :
#HappSulliDay
Author : Pramidya Iswarii
Cast : MinSul
F(X) Member
SHINee Member
SuJu Member
Cameo : SNSD, TVXQ, EXO.
Author : Pramidya Iswarii
Cast : MinSul
F(X) Member
SHINee Member
SuJu Member
Cameo : SNSD, TVXQ, EXO.
Maaf saya membuat
SNSD, TVXQ serta EXO hanya Cameo disini. Karena jujur saya tidak terlalu
mendalami kehidupan mereka sebagaimana saya mendalami karakter2 Cast diatas.
Jadi Mianhe untuk Sone, Cassie, maupun masyarakat EXOPlanet digrup ini. :D
Happy Reading ^^
Happy Reading ^^
SULLI
Kesal. Itulah yang ia rasakan seharian ini. Di dorm, semua
member kompak membuat ulah terhadapnya. Apapun yang Sulli pinta, semua
menggeleng. Tidak seperti biasanya, ketika Sulli meminta sesuatu, para member
lain pasti dengan senang hati menuruti kata2nya. Apalagi jika ia sudah ber
aegyo. Tapi tidak dengan hari ini. Heran. ya ia heran. Tidak biasanya ia tak
diperdulikan seperti ini. Seharusnya ia senang. Kerena malam ini, seluruh
member SMent akan berkumpul dalam acara pesta yang di adakan oleh salah satu
perusahaan ternama dalam rangka hari ulang tahunnya. Dengan begitu pasti ia
akan bertemu dengan namjanya setelah hamp1r 1 minggu terakhir mereka hanya
berkomunikasi melalu HP. Dan seharusnya ia juga senang, karena setelah jam 12
berlalu, ia akan mencapai titik kedewasaan, dimana ia akan berulang tahun yang
ke 20. Tapi mengapa semua tiba-tiba tidak seperti yang dibayangkan.
Dimulai pada pagi hari. Semua member berkumpul di dorm,
menantikan pesta nanti malam. Sulli pun berencana untuk mengubah bentuk
rambutnya. Kemudian ia menghampiri Krystal yang sedang berjemur di balkon dorm.
“Soojung-ah, ayo kita kesalon. Aku ingin mengganti model rambutku.” Ajak Sulli
seperti biasa dengan senyum sumringah. Yang diajak hanya menengok sekilas dari
kegiatan membaca majalahnya, lalu menyahut, “Dengan Luna eonni saja.” “Huh,
memangnya kau sedang apa sampai kau menolak ajakanku?” Sulli mencibir. “Ani,
aku sedang malas kemana-mana Jinri-ya.” Lanjutnya lagi dengan kesibukannya
membolak balikkan halaman majalah itu.
Merasa diabaikan, Sulli kemudian masuk menuju dimana Luna berada, Ruang tamu.
Setelah kepergian Sulli, Krystal dengan cepat mengambil I-Phonenya yang
tergeletak manis di meja sebelah sisi nya. Tangannya mengetik dengan cepat. Dan
kemudian. KLIK. SENT. Wajahnya tersenyum puas.
“Lunaa, eonni . . . antarkan aku kesalon yuk. Aku ingin
mengganti model rambutku nih.” Rengek Sulli sambil memainkan ujung rambutnya.
Luna tak menggubris. Ternyata Luna menggunakan earphone di kedua kupingnya
sehingga ia tidak mendengar rengekan Sulli tadi. Menyadari itu, kemudian Sulli
menarik salah satu earphone yang sedang bertengger manis ditelinga Luna dibalik
Hoodie yang sedang dikenakannya. “Ya, Luna eonni, ayo antarkan aku kesalon.”
Luna kaget, kemudian dengan muka kesal ia mengusap-usap kupingnya akibat ulah
Sulli tadi. “Ya, aissh, jinja. Kau mengagetkanku huh.” Yang dimarahi hanya
cengengesan. “Kau sendiri, aku panggil tidak dengar. Ah, eonni, ayo kita
kesalon. Untuk acara nanti malam. Aku ingin mengganti model gaya rambutku.”
Ajak Sulli manja. Luna memperhatikan rambut Sulli, kemudian ia mencibir,
“Rambutmu tidak perlu di ubah, sudah bagus seperti itu.” Luna mengomentari
tampilan rambut Sulli. “Hum, tapi aku bosan, aku ingin kelihatan lebih cantik eonni didepan Minho Oppa nanti malam.
Ayolaaah.” Sulli mulai merengek. “Aissh, anak ini, Minho Oppa itu menyukai mu
apa adanya, bukan karena ada apa-apanya. Sudah seperti itu saja. Aku sedang
malas keluar rumah Sulli-ya.” Sulli mencibir. Kemudian dari arah kamar mandi,
Amber keluar sehabis mandi. “Ah, bagaimana dengan Amber eonni saja Sulli-ya.”
Luna memberi saran. “Mwo, ada apa aku dibawa-bawa?” Amber menunjuk dirinya yang
tidak tau apa-apa. “Mengantar Sulli ke Salon eonnie.” Luna berteriak. “Ani.
. ani . . ani. . aku tidak akan pernah
menginjakkan kaki ku ketempat itu kecuali Soo man sajangnim yang menyuruhku.”
Amber menolak tegas sambil menggeleng kuat
bahkan sebelum Sulli mengajak. Aish,
ada apa dengan mereka semua. Mengapa tidak ada yang mau mengantarku. Hufh. Sulli
menghela nafas. Sebenarnya yang pertama kali ia ajak ke salon adalah sang
leader, tapi Victo bilang, ada kebutuhan
dapur yang habis. Dan minggu ini adalah jatahnya untuk berbelanja.
Sulli frustasi. Satu-satu nya harapan adalah menelpon
namjanya. Meski ia tahu, mungkin namjanya masih terlelap akibat konser tadi
malam yang berakhir hampir jam 11. 1 panggilan, 2 panggilan, 3 panggilan. Tidak
biasa-biasanya namja nya itu mensilent hpe nya meski ia sedang tidur. Biasanya
namja nya itu pasti akan mengangkat telpon dari Sulli bahkan pada nada ke tunggu
ke 2. Sulli kembali mencoba. 1 panggilan, 2 panggilan, 3 panggilan. “Aisssh.
Kemana Minho Oppa. Ya, mengapa semua
menyebalkan sekali hari ini huh. “ Dengan kesal, Sulli membuang asal hp nya
lalu membenamkan kepalanya dibalik bantal.
Dorm SHINee
Pip. Pip. HP Onew berkedip-kedip tanda ada sms masuk .
From : F(X) Soojung
Oppa, pastikan Bino Oppa tidak mengacaukan rencana kita ini. Dan kalau bisa, ambil saja I-Phone nya itu darinya agar ia tidak bisa di hubungi Sulli. Arraso ?
From : F(X) Soojung
Oppa, pastikan Bino Oppa tidak mengacaukan rencana kita ini. Dan kalau bisa, ambil saja I-Phone nya itu darinya agar ia tidak bisa di hubungi Sulli. Arraso ?
Onew tersenyum, kemudian mengetik balasan untuk Hoobae nya
itu.
To : F(X) Soojung
Jangan Khawatir. Misi kita ini pasti berhasil. Aku akan menjauhkan Minho dari HP nya sampai minimal malam ini.
Jangan Khawatir. Misi kita ini pasti berhasil. Aku akan menjauhkan Minho dari HP nya sampai minimal malam ini.
Sent.
Hari ini para member F(X) beserta SHINee kompak akan
mengerjai Sulli. Sang magnae visual di f(x) itu akan berulang tahun nanti
malam. Pas setelah acara Pesta sebuah Brand terkenal yang mengundang hamper
seluruh anak SM untuk menawarkan produk terbaru perusahaan tersebut. Dan tentu saja mereka akan memanfaatkan moment
berkumpul tersebut untuk mengerjai Sulli. Apalagi jadwal SHINee yang belakangan
ini padat pasca mereka come back. Serta F(x) sendiri yang sedang mempersiapkan
album comeback mereka. Mereka akan
memanfaatkan Minho untuk membantu mereka melancarkan aksi mereka tersebut.
Onew tersenyum , kemudian ia beranjak menuju ruang tamu
dimana ke 4 member lain berkumpul. Minho sendiri memanyunkan bibirnya. Ia
sebetulnya tidak setuju dengan rencana menjahili Sulli. Ia sudah sangat kangen
kepada yeojanya itu, karena sudah hampr
1 minggu mereka tidak bertemu.
“Ya, berhenti memperlihatkan wajah bodohmu seperti itu eoh.
Aisssh. Bersabarlah. Kau tidak ingin menggagalkan rencana kami ini kan?” Onew
duduk disebelah Key yang dari tadi memegangi HP Minho.
“Hyung, mengapa aku harus mengikuti rencana aneh kalian. Aku kangen yeoja ku. Kau tau kan, terakhir aku bertemu dengannya, aku habis di bully. Ayoooolaah Kibum-ah, berikan HP ku. Dari tadi Sulli memanggilku.” Minho merengek. Sedang Key, sama sekali tidak menggubris rengekan Minho.
“Hyung, mengapa aku harus mengikuti rencana aneh kalian. Aku kangen yeoja ku. Kau tau kan, terakhir aku bertemu dengannya, aku habis di bully. Ayoooolaah Kibum-ah, berikan HP ku. Dari tadi Sulli memanggilku.” Minho merengek. Sedang Key, sama sekali tidak menggubris rengekan Minho.
“Hyung, bersabarlah, aku juga sebenarnya tidak setuju dengan
rencana ini. Aku tidak tega. Aku kan juga sayang Sulli. Aku . . .”
Pletaaaaaaaak. “Apppppo . .” Taemin meringis. “Siapa yang suruh kau sayang pada
yeoja ku huh ?” Minho kesal. Tiba-tiba i-phone Minho kembali bordering, ini
sudah ke 4 kalinya sejak I-Phone nya itu dipegang Key. Tanpa melihat, semua
member tahu siapa yang menelpon Minho. Karena Minho memberikan RingTone khusus
buat yeojanya itu. Dan alhasil, semua member hafal diluar kepala, jika ringtone
itu mengudara. Key mendekap erat I-phone Minho, takut tiba-tiba direbut sang
pemilik.
“Yaaak, pasti Sulli sangat membutuhkan aku sampai ia
terus2an menelpon ku Hyung, bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya eoh.
Kibum-ah, cepat kemarikan.” Belum sempat Minho merebut I-Phonenya, tangan kekar
Jong dan Onew langsung menahan berat tubuh namja itu. “Tidak akan kami berikan
semudah itu Babo, haha, Hyung, tahan, jangan sampai lepas, Kimbum-ah, Taeminie,
cepat ungsikan I-Phone nya.” Teriak Jong sambil tetap menahan tubuh Minho
dibantu Onew.
Dorm SuJu
“Kau belum
berangkat Hyung?” Kyu hyun mengageti Heechul yang tengah siap2 berangkat kerja
(wamil nya Heechul itu pelayanan masyarakat, karena ia pernah kecelakaan, jadi
gak seperti Kangin Oppa, maupun Teuki Oppa yang di lapangan, wamilnya Heechul
Oppa, kaya orang kerja kantoran, & kabarnya selama ini juga ia masih
tinggal di dorm Suju).
“Aisssh, dasar bocak tengik, mengagetkanku saja, kau tidak
lihat aku sedang memakai baju. Sebentar
lagi aku berangkat. “ Kyu hanya mengangguk sambil berlalu. “Heeei Kyu, benar
nanti malam kalian ada acara di Corso Como itu?” Heechul bertanya kepada Kyu. “Nddde, kanapa
Hyung, kau mau ikut huh?” “Dasar bocah bodooh, itu kan pertunjukkan resmi, mana
boleh aku gabung dengan kalian.” Ucap Heechul sambil menjitak kepala Kyuuu.
“Yaaa, mengapa kau memukulku?”
“Karena kau Babo, whahahahahah.” Heechul tertawa
keras.” Huh, berarti kau tidak sekalian ikut kami merayakan acara Ultah adik
tersayangmu itu dong?” Heechul terlihat serius. “Huh,aiiiiiiissssh, aku lupa.”
Kyu bersmirk seperti biasa. “Oppa seperti apa kau, yang bahkan ulang tahun
yeodongsaengnya saja tidak ingat. Pantas saja Sulli dengan mudah direbut Minho.
Ckck.” Kyu bergumam miris.
“Aissssssh,
apa yang kau katakana bodoh, jangan samakan aku dengan teman kodok mu itu huh.
“ merasa diremehkan, Heechul terdiam sejenak tampak berfikir. “Baiklah, aku
akan hadir di acara itu, dan aku pasti akan membuat kejutan untuk kalian
semuaa. Hahahaha”. Heechul tertawa. Dan
menurut Kyu, tawanya sungguh mengerikan. “Terserah kau lah Hyung.” Masih dengan
PSP ditangannya, namja termuda di Super Junior itu melengos pergi.
SULLI
“Ah, aku tertidur rupanya, sudah jam berapa ini?”. Sulli
terbangun dari tidurnya. “Mwwwwo, jam 4, aisssh, mengapa tidak ada yang membangunkan
ku sih, aku kan juga perlu siap2.” Geramnya kesal. Sedang asik ngedumel, tiba-tiba I-Phone nya
berdering. “Yeoboseyo.” Sulli membuka percakapan. Ternyata itu dari managernya
yang menyuruhnya untuk bersiap – siap karena member lain sudah berada di salon
yang biasa mereka kunjungi. “Yaaaaa, manager Oppa, mengapa mereka meninggalkan
ku eoh!” Seru Sulli frustasi. Apa-apaan ini. Mengapa mereka benar2 menyebalkan
sih. Decak Sulli benar-benar kesal. Tadi ketika ia mengajak mereka, mereka
menolak, sekarang mereka malah meninggalkan nya sendiri. Dan parahnya, mereka
tidak mengajak nya. “Mereka bilang kau susah dibanguni uri baby. Oia, aku sudah
menaruh pakaian yang akan kalian kenakan di dalam mobil. Kau tidak apakan
membawa mobil sendiri?” TUT TUT TUT. Karena kesal, Sulli segera mematikan
sambungan teleponnya itu kemudian ia membanting I-Phone nya kesal.
“Menyeeeebalkaaaaan. Aisssh, berarti aku harus ke salon sendirian dong. Heeeeer. “ dengan jiwa yang masih belum
terkumpul, yeoja bertampang imut ini pun menuju kamar mandi untuk bersiap-siap
berangkat ke salon.
Heechul
“Selesai juga kerjaan ku hari ini. Sebaiknya aku
bersiap-siap untuk acara nanti malam. Ummm, pesan kue ulang tahun. Dan, tunggu,
sebaiknya aku memberinya apa yaaaah??? Ah, nanti saja aku pikirkan. Sekarang
aku pesan Cheese Cake Strawberry dulu kesukaannya.” Heechul melangkah pasti
dibalik mantel tebal dan tas jinjing hitam yang selalu menemaninya siaran
radio. Kakinya melangkah menuju sebuah toko kue yang pernah Wookie sarankan
jika ia ingin membeli cake.
KLONTAAANG. Bunyi yang memandakan ada tamu masuk. “Anneyeong
. . ada yang bisa kami bantu?” Sapa ramah para penjaga kue tersebut. “Aku ingin
pesan Cheese Cake Strawberry dengan double Strawberry untuk nanti malam bisa?”
Heechul mulai memesan apa yang dia butuhkan. Setelah selesai memesan kue tadi,
ia memegang rambutnya yang mulai lengket. “Sepertinya aku butuh kesalon. Ummmm,
salon biasa sajanya.”
Sulli
“Aisssh, menyebalkan sekali mereka. Hufh. Apa benar aku
susah dibanguni. Tapi aku tidak merasa ada yang mengguncang guncangkan tubuhku.
Huh. Aku jadi malas menyusul mereka ke Salon yang tadi manager Oppa suruh.
Huum, aku ketempat salon yang biasa aku kunjungi saja dengan Heechul Oppa, yaa,
sukur-sukur aku bertemu dengannya. Hehe. Tapi , mengapa Minho Oppa sampai saat
ini tak memberiku kabar.” Sulli meraih I-phone nya. Tidak ada pesan maupun
panggilan telepon dari namjanya. “Aisssh, menyebalkan.” Dilemparkan kembali
I-Phone nya itu ke samping tempat duduk nya yang tanpa penghuni. Lalu
digerakkan mobilnya kea rah salon tempatnya biasa menghabiskan waktu bersama
Oppa no 1 nya, Heechul.
Salon f(x)
“Yaaa, Oppa, sudah jam segini, kemana Sulli? Kau beri tau
dimana kita berada dengan benar kan tadi?” Victoria bertanya kepada Managernya
dengan wajah cemas. Yang ditanya hanya menganguk. “Yaa, Oppa, bisa kah kau
serius sedikit. Jawab pertanyaanku dengan benar.” Sepertinya sang Leader sudah
mulai cemas menanti sulli yang tak kunjung sampai di Salon tempat mereka
janjian. “Aisssh, kalau kau cemas, mengapa tidak kau saja yang menelpon huh.”
Sang manager membela diri. “Hah, kau menyuruh ku untuk membatalkan rencana kita
ini eoh.” Ucap Vic sengit. “Kalau kalian cemas, ya tidak usah diteruskan saja
rencana kalian mengerjai uri baby.” Tampaknya keadaan sudah mulai sengit. Luna
sepertinya bisa membaca situasi. Kemudian ia berusaha menengahi kedua orang
tersebut. “Yaaa, mengapa kalian malah berantem eoh, uumm, Oppa, hehe, karena
hanya kau yang tidak ikut rencana ini, bisakah kau membantu kami menelpon uri
babby, kami cemas.” Dikeluarkanlah jurus andalan Luna, ber aygeo. Dan
sepertinya berhasil.
“Baiklah, baiklah, berhubung aku juga cemas, aku akan
menelponnya.” Diraihnya I-Phonenya itu yang tadi ia taruh di atas meja rias
salon. 1 kali, 2 kali, 3 kali. Aisssh, kemana anak ini. Batin sang manager.
“Tidak diangkat, mungkin tertinggal di mobil. Sudahlah, malam nanti umurnya 20
tahun. Tidak mungkin ia nyasar di tanah kelahirannya sendiri kan.” Ucap sang
manager sambil beranjak pergi dari
tempat pertama ia duduk, kaena mendapat tatapan sengit dari Vic, Luna, Amber,
serta Krys.
Dorm SHINee
“Hyuung, perasaan ku tak enak, bisa kah kau kembalikan
I-Phone ku. Aku ingin mengecek keadaan Sulli.” Ucap Minho setengah memelas. “Ani,
tidak akan kecuali angkai jarum kecil di jam itu sudah bergeser lebih di angka
12.” Ucap Onew kalem. Sejurus kemudian, Minho meraih jam dinding yang tadi sang
Leader tunjuk. Dan memutar knop supaya jarum jam tersebut ada tepat di arah jam
12. Melihat kelakuan konyol Minho, Jong,
Key, dan Taemin hanya bisa terkikik geli.
“Hyuung, aku tidak main-main, aku benar-benar cemas. Atau
bisakah kau tanyakan keadaan Sulli kepada member lain. Pasti ia sedang bersama member
lain kan?” Onew tampak berfikir sejenak. “Baiklah, Jong, pinjam hp mu, pulsaku
habis.” Tagih Onew dengan santai. Jong hanya bisa pasrah. Tau tak akan bisa
mengelak. Dengan cepat ia memencet sebuah nomor yang sudah ia hapal diluar
kepala. “Yeoboseyyo, Luna-ya, ini aku.” Onew membuka percakapan. “Huh, oooooo,
baiklah, baiklah, tenang saja, baiklaaah. Kalian sudah disalon? Baiklah, kami
juga ingin bersiap-siap. Baik. Aneyeong.” Onew memutus panggilan. Dahinya
berkerut. Hemmm, sebaiknya aku tak memberi
tau Minho bahwa sekarang Sulli tidak bersama member f(x), bisa habis aku
kalau sampai Minho tahu. Batin Onew.
“Bagaimana Hyung dengan yeoja ku?” tanya Minho antusias. “Dia
baik-baik saja. Kau puas? Sekarang ayo kita bersiap-siap. Seluruh member F(X)
sudah bersiap-siap dari tadi”. Semua member patuh. Minho juga, tapi tidak
mengurangi sedikitpun perasaan cemas di dadanya.
Sulli
“Huh, sampai juga. Tumben Salon ini sepi, bukankah sekarang
hari libur?’. Dengan cepat, Sulli memarkir mobil yang ia kemudikan sendiri. Dan
karena buru-buru, ia lupa membawa I-Phone nya yang tadi ia lempar kesembarang
arah. Sekarang yang ada digenggamannya hanya pakaiannya yang akan ia kenakan di
acara malam nanti.. Ketika memasuki salon, ia disambut ramah oleh para penjaga
salon. Bukan hanya karena Sulli orang terkenal, tapi juga karena Sulli adalah
langganan salon mereka. Sulli tersenyum ke arah para penjaga yang menyambutnya.
Kemudian ia menangkap sesosok orang yang
selama ini ia rindukan.
“Heechul Oppaaaaaaa.” Teriakan Sulli membahana keseluruh
pelosok salon. Yang dipanggil menengok. Lalu tersenyum senang. Sebenarnya Heechul
tau siapa yang memanggilnya. Ia hafal betul suara khas dongsaeng kesayangannya
itu. Sejurus kemudian mereka berpelukan.
“Oppa, bogoshipo.” Ucap Sulli lirih, hampir menangis karena saking kangennya.
Seketika kekesalannya di dorm tadi hilang entah kemana. “Nado, my princess.“ Balas Heechul sambil tersenyum.“ Sulli melepas
pelukannya, kemudian ia manyun. “Yak, kenapa kau memonyongkan bibirmu
Princess.” Tanya Heechul heran. “Kau dan Zhoumi Oppa membuat ku iri. Bagaimana
bisa kalian berlibur bersama tapi aku tidak diajak.” Sulli tambah memanyunkan
bibirnya. “Hahaha, kau kan ada di Amerika kemarin. Oh iya, Chukae karena kalian
berhasil tembus di ajang SXSW.” Heechul
senang ketika dongsaeng kesayangannya ini berhasil di ajang dunia. “Gomawo
Oppa, kau yang mengajariku arti kerja keras eoh. Hehe.” Heechul gemas melihat
Sulli. Kemudian tanpa sadar tangannya mengelus-elus kepala Sulli dengan sayang.
Namun tidak lama. Karena kepala itu sudah bukan miliknya lagi seperti dulu.
Sekarang dongsaeng kecilnya sudah tumbuh besar. Malah kini, ia dengar Sulli
tengah dekat dengan Minho. Mengetahui kenyataan itu, buru-buru ia lepas
tangannya menjauh dari kepala Sulli bahkan sebelum Sulli marah seperti biasa.
Ia tersenyum getir.
“Sampai kapan kau akan tersenyum seperti itu oppa, hehe. Kau
makin kurus Oppa. Aku tidak sabar menunggu bulan agustus. Ah, kau mau apa
kemari huh?” tanya Sulli polos. Heechul menjitak kepala Suli pelan. “Appppo,
sakit.” Sulli memanyunkan lagi bibirnya. “Coba kau pegang rambutku, huh lepek
sekali kan. Aku ingin mencuci rambutku. Bagaimana denganmu? Bukannya nanti
malam kau ada acara huh? Mengapa kau kesini sendiri? Mana member lainnya.”
Tanya Heechul panjang lebar. “Yaa, Oppa, bagaimana aku menjawab kalau kau terus
bertanya huh.” Selanjutnya yang terjadi adalah perbincangan tanpa henti yang
dilakukan kedua orang ini tanpa peduli kepada mereka yang sedang
mengkhawatirkan Sulli.
SHINee
Jong sedang membolak balikkan Laman pada I-Pad nya. Kemudian
iseng ia membuka me2day miliknya. “Waaaah, yepudda. Beruntung sekali Minho
mendapat yeoja seperti ini. Ckck.” Jong geleng-geleng kepala. “Kau berbicara
dengan siapa huh?” Tiba-tiba Onew sudah berdiri dibelakangnya. “Huh, lihat,
cantik sekali Sulli. Pasti Minho makin tidak tahan melihatnya nanti malam.
Hahahaha.” Jong tertawa ngakak. “Hei kecilkan suaramu. Jangan sampai Minho tau
Sulli update me2day nya.” Onew tiba-tiba merapatkan tubuhnya kearah Jong.” Hah,
memangnya kenapa hyung?” tanya Jong penasaran. “Babo, kau tidak lihat subjek
nya itu eoh.” Jong membaca pelan
“Apakah aku sudah terlihat seperti Heechul Oppa di Mr. Simple? Haha. Aku senang hari ini bertemu dengannya di salon. Oppa, Bogoshipo. Aku akan menunggumu akhir Agustus ini ^^.”
Jong melongo membaca tulisan ini. Tiba-tiba ada yang datang menghampiri mereka. “Hyuuung, giliranmu mencoba baju.” Huft. Ternyata Taemin. “Yak, magnae kau mengangetkan kami.” Ucap Jong dan onew berbarengan. Taemin hanya melongo ketika dimarahi. “Apa salahku?” ucapnya bingung.
“Apakah aku sudah terlihat seperti Heechul Oppa di Mr. Simple? Haha. Aku senang hari ini bertemu dengannya di salon. Oppa, Bogoshipo. Aku akan menunggumu akhir Agustus ini ^^.”
Jong melongo membaca tulisan ini. Tiba-tiba ada yang datang menghampiri mereka. “Hyuuung, giliranmu mencoba baju.” Huft. Ternyata Taemin. “Yak, magnae kau mengangetkan kami.” Ucap Jong dan onew berbarengan. Taemin hanya melongo ketika dimarahi. “Apa salahku?” ucapnya bingung.
TBC . . .
1 komentar:
eonnie bagus hehe aku suka bgt minsul
Post a Comment